27 May 2010

Jika Janin Sulit Berkembang

Meski pada banyak kasus, kondisi janin yang sulit berkembang dapat diatasi dengan baik, pada sejumlah kecil kasus lainnya, bisa saja menyebabkan kematian pada bayi. Dear all, Saya menikah agak terlambat (usia saat menikah 35 tahun). Untunglah, ternyata saya cukup subur karena dua bulan setelah menikah saya hamil. Mula-mula kehamilan saya baik-baik saja, sampai pada kehamilan 6 bulan dokter mulai menyatakan bahwa kandungan saya agak kecil. Bulan berikutnya dokter menyatakan bahwa bayi saya kecil. Alasannya, pertumbuhan janin saya terhambat. Apakah ada yang memiliki pengalaman seperti saya? Please, kalau memang ada yang pernah punya pengalaman sama, untuk sharing dengan saya. Saya nantikan jawabannnya ya.. Trims,Agustina, Bintaro



Kecemasan Agustina yang dimuat pada sebuah milis internet itu, memang masuk akal. Apalagi, ini merupakan pengalaman pertamanya menjadi seorang calon ibu. Tetapi, apa sih yang sebenarnya dimaksud dengan pertumbuhan janin terhambat atau bayi kecil? David Peleg, M.D., Collen M. Kennedy, M.D., dan Stephen K. Hunter, M.D., PH.D. dalam American Family Physician August 1, 1998, menyebutkan bahwa kondisi tersebut dikenal sebagai Intrauterine Growth Restriction (IUGR), yakni suatu kondisi apabila bayi berukuran lebih kecil dari seharusnya, pada saat dalam kandungan. ‘’Seolah, bayi tidak berkembang dalam ukuran rata-rata normal. Umumnya, bayi yang mengalami IUGR akan berbobot rendah, saat dilahirkan,’’katanya dalam familydoctor.org.



Sementara itu, menurut dr. Uf Bagazi, SpOG, dokter spesialis obstetri dan ginekologi, Brawijaya Women and Children Hospital, IUGR atau dikenal pula dengan istilah pertumbuhan janin terhambat (PJT), secara garis besar dapat disebabkan oleh beberapa faktor, yakni :

  • Janin. Jika IUGR disebabkan oleh faktor janin, umumnya dikarenakan terdapat kondisi kelainan genetik, ada yang sifatnya ringan sehingga memungkinkan bayi masih bisa hidup, atau pun tidak.
  • Plasenta. Ini adalah organ yang menghubungkan ibu dengan janin, termasuk dalam memberi pasokan nutrisi dan oksigen. ‘’Jika terjadi gangguan pada plasenta, maka penghantaran makanan dan oksigen menjadi tidak optimal, maka bayi pun menjadi sulit berkembang,’’tutur dr. Uf –panggilan akrabnya.
  • Ibu. Misalnya, faktor usia (35 tahun ke atas), gaya hidup tidak sehat, sebut saja, calon ibu adalah seorang pecando rokok, alkohol, dan narkoba. Penyebab lainnya adalah jika ibu hamil mengidap penyakit tertentu, diantaranya hipertensi, anemia, atau memiliki penyakit-penyakit infeksi selama kehamilan.
Berat Badan Harus Naik

Umumnya wanita hamil, akan mengalami peningkatkan berat badan, sesuai dengan usia kehamilan, dan berat badannya sebelum hamil. Nah, cara mudah untuk mencurigai adakah kemungkinan PJT adalah jika tidak terdapat kenaikan bobot ibu hamil setelah usia 20 minggu atau pada kehamilan 5 bulan. ‘’Apabila dalam 1 bulan seorang ibu hamil tidak mengalami kenaikan berat badan seperti seharusnya, maka sebaiknya dilakukan penelusuran,’’papar dr. Uf. Penelusuran yang dimaksud dilihat, adakah faktor-faktor yang pantas dicurigai sebagai faktor pencetus tidak naiknya berat badan. Misalnya, gaya hidup ibu hamil, dan riwayat penyakitnya. Selain itu, akan dilakukan pula sejumlah pemeriksaan, antara lain :

  • Pemeriksaan tinggi fundus (rahim). Biasanya dokter dapat mengetahui keadaan PJT dari pertambahan ukuran rahim ibu (tingginya rahim yang diukur dari puncak rahim sampai batas tulang kemaluan). ‘’Dalam 2 kali pemeriksaan apabila tidak terjadi kenaikan, dapat dicurigai adanya hambatan,’’ucapnya.
  • Pemeriksaan USG (ultrasonografi) untuk melakukan estimasi berat janin, termasuk dengan mengukur lingkar kepala, panjang femur (tulang paha), dan lingkar perut janin. Ini dilakukan secara serial, dalam setiap pemeriksaan. Juga, menghitung alirah darah tali pusat untuk menentukan apakah ada pertumbuhan atau sebaliknya, penghambatan.
dr. Uf menyebutkan bahwa bagi wanita hamil sebenarnya ada patokan kenaikan berat badan. Misalnya, bagi Anda yang memiliki berat badan normal, kenaikannya sampai usia kehamilan 9 bulan adalah antara 12,5kg-18kg, sedangkan bagi yang tergolong kurus, kenaikan sebaiknya antara 16kg-20kg. Sementara, jika Anda termasuk gemuk, maka pertambahan berat badan selama kehamilan antara 6kg-11,5kg. Nah, bagi ibu hamil yang tergolong obesitas, maka kenaikan bobotnya sebaiknya kurang dari 6kg.

Menurut Prof. DR. Ir. Made Astawan, MS, pakar teknologi pangan dari Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Institut Pertanian Bogor (IPB), untuk memantau berat badan, terdapat parameter yang disebut dengan indeks massa tubuh (IMT), dengan rumus sebagai berikut :



IMT = Berat Badan (kg) dibagi Tinggi badan (m) dikuadratkan.

Misalnya, jika berat badan 60 kg, dan tinggi 1,65m, maka 60kg dibagi 1,65x1,65, hasilnya 22kg/m2.



Patokannya, bila :

IMT 20-24 = normal

IMT 25-29 = kegemukan (overweight)

IMT lebih dari 30 = obesitas

IMT kurang dari 18 = terlalu kurus



Dengan demikian, jika IMT Anda 20-24, maka kenaikan bobot tubuh selama kehamilan antara 12,5kg-18kg, dan seterusnya. Umumnya, kenaikan pada trimester awal sekitar 1kg/bulan. Sedangkan, pada trimester akhir pertambahan bobot bisa sekitar 2kg/bulan.



Lahir Lebih Cepat Hingga Kematian

Kondisi PJT tidak dapat diabaikan, karena menurut dr. Uf, jika tidak segera diambil tindakan, bukan tidak mungkin dapat menyebabkan kematian pada bayi. ‘’Jika pertumbuhan terhambat, berarti terdapat kondisi asupan nutrisi dan oksigenasi yang tidak lancar,’’tuturnya. Lebih lanjut, dokter akan menilai penyebab terjadinya hambatan tersebut. ‘’Apabila, dinilai masih bisa dikoreksi, maka dengan pemantauan, kehamilan masih dapat dilanjutkan. Sebaliknya, jika ternyata dinilai sudah tidak bisa dikoreksi, maka diambil tindakan, bayi dilahirkan, meski belum pada waktunya,’’terang dr. Uf. Tindakan tersebut diambil apabila diyakini, jika bayi dilahirkan, kondisinya akan lebih baik, dari pada dibiarkan dalam kandungan.



Tetapi, dr. Uf, menggarisbawahi, sejauh faktor PJT adalah karena faktor plasenta, atau kondisi ibu, maka saat dilahirkan, bayi tetap dapat berkembang sebagaimana mestinya, bahkan kondisi ini tidak akan mempengaruhi kecerdasan bayi, dan tidak menyebabkan cacat pada bayi.



Pemeriksaan Rutin

Saat kehamilan, pemeriksaan rutin sangat penting dilakukan agar kondisi ibu dan janin dapat selalu terpantau. Termasuk, jika ada kondisi PJT, dapat diketahui sedini mungkin.



Pemeriksaan, lanjut dr. Uf, dianjurkan dilakukan setiap 4 minggu sampai dengan usia kehamilan 28 minggu. Kemudian, dari minggu ke 28-36, pemeriksaan dilakukan setidaknya setiap 2 minggu sekali. Selanjutnya, lakukan pemeriksaan setiap 1 minggu sampai dengan usia kelahiran atau 40 minggu. ‘’Perlu diperhatikan adalah, semakin besar usia kehamilannya, semakin mungkin pula terjadi hambatan/gangguan. Jadi, pemeriksaan harus dilakukan lebih sering,’’terangnya.



Nah, dengan demikian sesibuk apapun Anda, tetap luangkan waktu untuk memeriksakan kehamilan ya! PG



Tips Agar Janin Tumbuh Optimal

Tentu Anda tidak menginginkan adanya kondisi pertumbuhan janin terhambat selama kehamilan. Nah, berikut ini dr. Uf Bagazi, SpOG, dokter spesialis obstetri dan ginekologi, Brawijaya Women and Children Hospital, memberikan tips untuk menghindari kondisi tersebut.

  • Usahakan hidup sehat. Konsumsilah makanan bergizi seimbang sesuai kebutuhan masa kehamilan. Untuk kuantitas, makanlah seperti biasa ditambah ekstra 300 kalori/hari.
  • Hindari stress selama kehamilan. Ini bisa menjadi salah satu faktor pencetus terjadinya hipertensi.
  • Hindari makanan/obat-obatan yang tidak dianjurkan selama kehamilan. Oleh karenanya, setiap akan mengkonsumsi obat, pastikan atas sepengetahuan/resep dokter kandungan.
  • Hindari alkohol, rokok, dan narkoba.
  • Olah raga teratur. Olah raga (senam hamil) dapat membuat tubuh bugar, dan mampu memberi keseimbangan oksigenasi, maupun berat badan.
  • Periksakan kehamilan secara rutin.
  • sumber :web parentsguide.co.id/dsp_content.php?kat=1&emonth=11&eyear=2007&pg=hns#

INDAH FASHION

ONLINE&OFFLINE SHOP

SALE MATERNITY/BIG SIZE& BREASTFEEDING CLOTHES/UNDERWEAR , BABY UNTIL 5 YEARS BRANDED (CUBITUS,ETC) CLOTHES,DRESS,WOMAN JEANS PANTS NEW&REASONABLE,BRANDED WOMAN&MAN (LV,ETC), ORIFLAME

WEB , http://indahfashion.blogspot.com

e-mail:sweetye_indah@yahoo.com

Also visit, http://indahlifestyle-healthy.blogspot.com

http://indahmoney.blogspot.com

http://indaherbal.blogspot.com

http://indahcareer.blogspot.com

http://indahbrand.blogspot.com

Facebook : http://www.facebook.com/pages/Indahfashion-Shop/189310348521

Twitter, https://twitter.com/Indahfashion

No comments:

Post a Comment